Jumat, 07 Maret 2014

zat aditif pada makanan



Zat Aditif Dalam Bahan Makanan
Zat aditif adalah bahan tambahan. Suatu makanan dikatakan sehat apabila mengandung satu macam atau lebih zat yang diperlukan oleh tubuh.Zat aditif makanan ditambahkandan dicampurkan pada waku pengolahan makanan untuk memperbaiki tampilan makanan,menampilkan cita rasa,memperkaya kandungan gizi menjaga makanan agar tidak cepat busuk,dan lainnya.
Bahan yang tergolong zat aditif mempunyai ciri:
1)      Memperbaiki kualitas atau gizi makanan.
2)      Membuat makanan tampak lebih menarik.
3)      Meningkatkan cita rasa makanan.
4)      membuat makan jadi leih tahan lama atau cepat basi dan busuk.
Zat-zat aditif tidak hanya zat-zat yang secara sengaja ditambahkan pada saat proses pengolahan makanan ,tetapi juga zat yang tanpa sengaja dan bercampur dengan makanan.
Zat aditif makanan dapat tergolong menjadi 2,yaitu:
1.      Zat aditif alami ,seperti lesitin dan asam sitrat.
2.      Zat aditif sintetik dari bahan kimia yang memiliki sifat serupa dengan bahan alami yang sejenis,baik susunan kimia maupun sifat/fungsinya seperti amil asetat dan asam askrobat.
Berdasarkan fungsinya,zat aditif baik alami maupun sintetik dapat dikelompokkan sebagai:
I.            Zat Pewarna
Zat pewarna pada makanan umumnya bertujuan agar makanan terlihat lebih menarik sehingga menimbulkan selera untuk memakannya.Zat pewarna yang biasa digunakan sebagai zat aditif pada makanan adalah:
ü  Zat pewarna alami ,dibuat dari ekstrak bagian-bagian tumbuhan tertentu,misalnya warna hijau dari daun pandan atau daun suji,warna kuning dari kunyit,warna coklat dari buah coklat,warna merah dari daun jati,dan warna oren dari wortel.
ü  Zat pewarna sintetik,dibuat dari bahan-bahan kimia.Zat Pewarna sintetik mempunyai beberapa kelebihan,yaitu:
Ø  Memiliki pilihan warna yang lebih banyak.
Ø  Mudah disimpan.
Ø  Lebih tahan lama.
Tidak semua zat pewarna sintetik cocok dipakai sebagai zat aditif makanan dan minuman,seperti pewarna tekstil,dll. Zat aditif yang bukan untuk bahan makanan dan minuman  dapat membahayakan kesehatan apabila masuk ke dalam tubuh karena bersifat karsinogen (penyebab penyakit kanker) .
Tabel zat pewarna alami dan sintetik
Warna
Nama Zat Pewarna
Zat pewarna alami
Merah
Daun Jati/cabai
Merah
Tomat
Kuning
kunyit
Merah
Bit
Hijau
Daun suji
Hijau
Daun pandan
Hijau
Daun Katuk
Coklat
Buah coklat(karamel)
Ungu
Ubi ungu
Hitam
Kecap
Oranye
wortel
Zat pewarna sintetik
Putih

Merah
Carmoisine
Merah
Amaranth
Merah
Erythrosine
Oranye
Sunset yellow FCF
Kuning
Tartrazin
Kuning
Quineline yellow
Hijau
Fast green FCF
Biru
Briliant Blue FCF
Biru
Indigocarmine(indigotine)
Ungu
Violet GB

Kelebihan menggunakan bahan alami:
1)      Lebih sehat.
2)      Mudah didapat
3)      Lebih aman.
Kelebihan menggunakan bahan sintetik:
1)      Tidak memberi rasa yang khas/bau.
2)      Konsentrasi pigmen tinggi,sehingga hanya butuh sedikit saja.
Kekurangan menggunakan bahan alami:
1)      Sering terkesan memberi rasa khas yang tidak diinginkan.
2)      Konsentrasi pigmen rendah.
3)      Keseragaman warna kurang baik.
Kekurangan menggunakan bahan sintetik:
Terdapat efek samping.
Berdasarkan sifat kelarutannya,zat pewarna makanan dikelompokkan menjadi 2:
·         Dye : Merupakan zat pewarna makanan yang umumnya bersifat larut dalam air.
·         Lake : Merupakan gabungan antara zat warna dye dan basa yang dilapisi oleh suatu zat tertentu.
II.            Zat Pemanis
Zat pemanis berfungsi untuk menambah rasa manis pada makanan dan minuman .Zat pemanis dapat dikelompokkan menjadi 2,yaitu:
v  Zat pemanis alami. Pemanis ini dapat di peroleh dari tumbuhan,seperti kelapa,tebu,aren,buah-buahan,dan madu.Zat pewarna alami juga berfungsi sebagai sumber energi.Bahaya gula alami,yaitu:Obesitas,Kencing Manis,Kerusakan Gigi.

v  Zat pemanis buatan.Zat pemanis buatan tidak dapat dicerna oleh tubuh manusia sehingga tidak berfungsi sebagai sumber energi. Contoh pemanis sintetik,yaitu sakarin,natrium siklamat,magnesium siklamat,kalsium siklamat,aspartam,dan dulsin. Tingkat kemanisan pemanis buatan lebih tinggi di banding pemanis alami. Seperti:
§  siklamat memiliki kemanisan 30 kali lebih tinggi dibandingkan kemanisan sukrosa.
§  Kemanisan natrium dan kalsium dari sakarin memiliki kemanisan 800 kali dibandingkan dengan kemanisan sukrosa 10%.
No.
Nama Bahan Pemanis
Kemanisan relatif
1
Sukrosa (Gula Tebu)
100
2
Laktosa (Gula Susu)
16
3
Glukosa (Gula Darah)
74
4
Fruktosa (Gula Tebu)
173
5
Siklamat
3.500
6
Sakarin
50.000
7
Aspartam
20.000
8
Asesulfam K
20.000

Bahaya pemanis buatan:
*      Siklamat :kanker kantung kemih,gangguan pada sistem pencernaan terutama pada pembentukan zat dalam sel.
*      Sakarin : tumor kandung kemih.

III.            Zat Pengawet
Zat pengawet berfungsi sebagai penghambat atau pencegah:
a.       Proses fermentasi.
b.      Pengasaman.
c.       Peruraian lain terhadap makanan yang di sebabkan oleh mikroorganisme sehimgga makanan tak mudah rusak atau jadi busuk.
Zat pengawet dibedakan menjadi 2 yaitu:
1.      Zat pengawet alami berasal dari alam,contohnya gula(sukrosa) yang dapat di pakai untuk buah-buahan (manisan) dan garam dapur yang dapat digunakan untuk mengawetkan ikan.
2.      Zat pengawet buatan merupakan hasil sintesis dari bahan kimia,contohnya asam cuka dapat di pakai sebagai pengawet acar dan natrium propionat digunakan untuk mengawetkan roti dan kue kering.
No.
Nama Bahan Pengawet
Batasan Permenkesper Kg Makanan
1
Asam Benzoat
600 mg – 1000 mg
2
Asam Sorbat
500 mg -3000 mg
3
Asam Propionat
29 mg - 39mg
4
Natrium Nitrit
50 mg – 125 mg
5
Natrium Nitrat
50 mg – 500 mg

Zat pengawet yang dilarang penggunaannya untuk makanan:
ü  Formalin :dipakai untuk mengawetkan mayat atau binatang yang sudah mati.
ü  Boraks  :bersifat desinfektan atau efektif dalam menghambat pertumbuhan mikroba penyebab membusuknya makanan serta dapat memperbaiki tekstur makanan sehingga lebih kenyal.
Bila boraks digunakan dalam makanan dapat menimbulkan:
o   Gangguan pada sistem saraf.ginjal,hati,dan kulit.
o   Gejala pendarahan di lambung dan gangguan stimulasi saraf pusat.
o   Terjadinya komplikasi pada otak dan hati.
o   Menyebabkan kematian jika ginjal mengandug boraks sebanyak 3 – 6 gram.
IV.            Zat Penyedap Cita Rasa
Bahan penyedap rasa dapat di bedakan menjadi 2,yaitu:
1.      Bahan penyedap alami berasal dari rempah-rempah seperti pala,merica,ketumbar,daun jeruk purut,daun salam,dll.Bahan-bahan tersebut cenderung tidak memiliki efek samping.
2.      Bahan penyedap buatan yang banyak digunakan adalah vetsin atau MSG. MSG ini tidak berbau dan bila di campurkan dalam makanan akan menghasilkan rasa sedap.penggunaan MSG yang berlebihan dapat menyebabkan “chinese restaurant syndrome” yaitu suatu gangguan kesehatan dimana kepala terasa pusing dan berdenyut.contoh zat penyedap sintetik lain yaitu:
 1.  Oktil asetat,makanan akan terasa dan beraroma seperti buah jeruk jika dicampur dengan zat penyedap ini.
  2. Etil butirat,akan memberikan rasa dan aroma seperti buah nanas pada makanan.
  3. Amil asetat,akan memberi rasa dan aroma seperti buah pisang.
  4.    Amil valerat,akan memberi rasa dan aroma seperti buah apel.

Sumber: buku Belajar IPA dan Lks IPA 
*)Silahkan copy-paste tetapi dimohon agar mencantumkan alamat blog ini